Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Fenomena lukisan sebagai media terapi ( art therapy ) di rumah sakit.

leave a comment »

Wajah anak yang inosen memang menggemaskan. Tjutju Widjaja mengangkatnya sebagai tema karya-karyanya. Bisa menenangkan pasien dan keluarga yang terkena musibah. Ide brilian..

Kehidupan masyarakat perkotaan yang sering terkena stres berkepanjangan, tak lagi sekedar memerlukan ruang pengobatan  yang bersifat medis   kimiawi. Banyak yang mencoba terapi seni ( art therapy ). Salah satunya, Ny Giok ( 62 ). Perempuan ini tengah duduk di sudut ruang tunggu ICU Gedung Alkema RS Immanuel, Bandung. Meski suaminya sedang dirawat intensif di ruang ICU, ia mengaku menjadi lebih rileks saat melihat lukisan2 yang  terpampang di ruang tunggu.

Susi ( 35 ), penderita tifus mengaku lebih mendapat spirit melihat gambar2 tersebut,”Mungkin karena saya memang suka seni. Jadi, ketika melihat lukisan2 itu, senang sekali rasanya. Ada perasaan tenang, damai, dan tidak mau tergesa-gesa. Mungkin karena suasananya jadi berubah setelah ada lukisan,”ujarnya. Apa yang disampaikan para pasien itu tentu menjadi alasan mengapa para konseptor ( perancang ) gedung berlantai 8 itu merasa perlu menyimpan lukisan hampir di setiap dinding. Selain memberi warna pada dinding yang putih melompong, juga sebagai terapi penyembuhan.

Daripada dingin melompong, mending homy warna warni.

Anna, Kepala Bidang Keperawatan sekaligus Panitia Penataan Gedung Alkema RS Immanuel, Bandung, mengatakan, tujuan memajang lukisan di ruang perawatan adalah untuk memberi kesan baru terhadap rumah sakit agar tidak terlalu “dingin”, putih dan seram. Selain ingin memberi kesan homy agar suasana tegang saat proses pelayanan tak begitu terasa, namun lebih cair dan rileks.

Saat ini, sedang terjadi pergeseran desain tata ruang di sejumlah tempat pelayanan publik di Kota Bandung, khususnya beberapa rumah sakit yang sering terkesan menyeramkan. Pergeseran dari segi furniture dan aksesori yang mendukung, seperti memajang lukisan2, sebagai media terapi bagi pasien atau keluarga pasien yang sedang tertimpa musibah.

Tjutju Widjaja yang sengaja memajang karya lukisnya di rumah sakit, mengatakan, berpameran di rumah sakit dapat terlihat bagaimana fungsi lukisan terhadap kehidupan.”Kalau kita berpameran di tempat biasa, itu lumrah. Tetapi di tempat begini, semoga saya bisa memberi dorongan semangat terhadap kondisi psikologis orang yang sedang menderita. Siapa pun yang masuk rumah sakit kan sedang diuji,”ujarnya.

Narkoba disembuhkan dengan zikir dan seni.

Mengomentari fenomena yang berkembang di masyarakat ini, pelukis yang juga penyair, Acep Zamzam Noor mengatakan, seni memang bisa menjadi terapi bagi penyakit yang berhubungan dengan fisik atau kejiwaan. Semua jenis seni bisa menjadi terapi, tetapi tidak berlaku bagi semua orang. Seni akan efektif menjadi terapi kalau orang yang diterapi mempunyai ketertarikan, yang kemudian membuatnya terlibat dengan seni itu. Terapi dalam konteks ini adalah semacam mengalihkan perhatian sehingga orang yang diterapi tersebut merasa asyik dan masuk, yang kemudian melahirkan energi baru.

Acep membandingkan dengan terapi zikir bagi orang yang ketergantungan narkoba. Orang tersebut dibuat asyik dengan zikir sehingga lambat laun ketergantungannya beralih. Narkoba dan zikir sama2 bikin asyik masyuk dan membuat mabuk orang yang melakukannya.”Saya pikir seni pun fungsinya sebagai terapi tak jauh dengan itu,”ucapnya. Misalnya, seni lukis. Seni yang menggunakan media cat, aklirik, dll, banyak digunakan sebagai media terapi. Seni lukis seperti juga seni lainnya, mempunyai daya sedot yang membuat orang asyik masyuk. Keasyikan inilah, sebenarnya inti dari terapi. Jadi, kalau orang belum asyik dengan seni tertentu, tidak akan efektif sebagai terapi. ( Eriyanti/PR, 20/6/2010 ).

Written by Nanin

07/07/2010 at 21:34

Ditulis dalam Lukisan

Tagged with ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: