<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gambar Lukis</title>
	<atom:link href="http://gambarlukis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gambarlukis.wordpress.com</link>
	<description>gambar, lukis, nulis, foto ..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 May 2011 09:31:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gambarlukis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a1c32f84ccacb2f11b5cc7cc5d60312f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gambar Lukis</title>
		<link>http://gambarlukis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gambarlukis.wordpress.com/osd.xml" title="Gambar Lukis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gambarlukis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lomba foto bangunan bersejarah BI, tenggat 3 Sept 2010</title>
		<link>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/08/28/lomba-foto-bangunan-bersejarah-bi-tenggat-3-sept-2010/</link>
		<comments>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/08/28/lomba-foto-bangunan-bersejarah-bi-tenggat-3-sept-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bangunan bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gambarlukis.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[LOMBA FOTO HERITAGE BANGUNAN BERSEJARAH/CAGAR BUDAYA Dalam rangka acara pencanangan pelestarian dan pemanfaatan heritage. Bank Indonesia, panitia menyelenggarakan Lomba Foto Heritage Bangunan Bersejarah/Cagar Budaya sebagai berikut: 1.     Tema foto : Pelestarian heritage refleksi kepedulian terhadap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kesadaran akan pentingnya pelestarian serta pengelolaan heritage di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang dengan baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=656&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_657" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/08/eximaa61.jpg"><img class="size-medium wp-image-657" title="eximAA61" src="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/08/eximaa61.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gedung antik dengan gaya istana ( empirestyle ) di Jl.Asia Afrika 61, Bandung. Seneng foto2 bangunan kuno ? Ayo, ikutan lomba ( lagi ) ..</p></div>
<p><strong>LOMBA FOTO HERITAGE BANGUNAN BERSEJARAH/CAGAR BUDAYA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam rangka acara pencanangan pelestarian dan pemanfaatan heritage. Bank Indonesia, panitia menyelenggarakan Lomba Foto <em>Heritage</em> Bangunan Bersejarah/Cagar Budaya sebagai berikut:</p>
<p>1.     <strong>Tema foto :</strong> <strong>Pelestarian <em>heritage</em> refleksi kepedulian terhadap perjalanan sejarah bangsa Indonesia</strong>.</p>
<p><strong>Kesadaran akan pentingnya pelestarian serta pengelolaan <em>heritage</em> di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang dengan baik tiada terkecuali berupa bangunan-bangunan bersejarah/cagar budaya baik milik Bank Indonesia, Pemerintah maupun masyarakat yang tersebar di seluruh Nusantara. </strong></p>
<p><strong>Oleh karena itu, foto diharapkan dapat merefleksikan keanggunan karya bangunan bersejarah/cagar budaya yang adi luhur sebagai kekuatan pendorong untuk meniti ke masa depan. Lebih diapresiasi foto yang dapat menampilkan bangunan bersejarah/cagar budaya secara lengkap (bukan detail struktur) termasuk suasana yang melingkupinya, sehingga corak kekhasan terpancar dari karya bangunan tersebut.</strong></p>
<p>2.     Hadiah :</p>
<p>a.     1 Pemenang Juara I sebesar Rp.10.000.000 (sepuluh juta Rupiah)</p>
<p>b.     1 Pemenang Juara II sebesar Rp.7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu Rupiah)</p>
<p>c.     1 Pemenang Juara III sebesar Rp.5.000.000 (lima juta Rupiah)</p>
<p>d.     3 Pemenang Juara Harapan masing-masing sebesar Rp.1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu Rupiah)</p>
<p>e.     5 pemenang Juara Foto Favorit pilihan pengunjung di Surabaya masing-masing sebesar Rp.1.000.000,00 (satu juta Rupiah)</p>
<p>3.     Dewan Juri :</p>
<p>-         Miranda S. Goeltom                    (Pemerhati <em>heritage</em>)</p>
<p>-         Arbain Rambey                            (wartawan senior Kompas)</p>
<p>-         Goenadi Haryanto                       (fotografer senior)</p>
<p>-         Oscar Motuloh                              (KBN Antara)</p>
<p>-         Widarmanto                                  (USF-IPEBI)</p>
<p>4.     Kriteria Lomba :</p>
<p>a.     Lomba terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya ( gratis)</p>
<p>b.     Obyek photo adalah <em>heritage</em> bangunan bersejarah/Cagar Budaya sebagaimana <a href="http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/A1D12087-1CD4-4B2C-8D63-8973D9E4C7C6/20763/Lampiranlombafotoheritage2011.pdf">daftar terlampir.</a> Obyek foto diharapkan tampak semaksimal mungkin dan pemotretan wajib dilakukan dalam tahun 2010.</p>
<p>c.     Setiap peserta dapat menyerahkan foto cetak warna atau hitam putih hasil karya sendiri maksimal 5 lembar foto dengan obyek foto yang berlainan, dengan ukuran cetak sisi terpanjang maksimal 30 cm beserta file hires atau negatif film. Foto belum pernah memenangkan berbagai kegiatan lomba foto sebelumnya.</p>
<p>d.     Pada sisi belakang setiap foto agar ditempelkan kertas dengan informasi sebagai berikut :</p>
<p>-          judul foto</p>
<p>-          lokasi</p>
<p>-          tanggal pemotretan</p>
<p>-          nama peserta dan nomor identitas (KTP/SIM)</p>
<p>-          nomor telp dan/atau HP</p>
<p>-          alamat email (jika ada)</p>
<p>e.     Olah digital sewajarnya diperbolehkan, namun bukan merupakan penggabungan foto dan/atau HDR (<em>High Dynamic Range)</em>.</p>
<p>f.      Foto yang dikirimkan tidak diperkenankan mengandung unsur provokatif, pornografi dan SARA. Panitia berhak untuk mendiskualifikasikan foto yang dianggap mengandung unsur-unsur tersebut.</p>
<p>g.     Peserta bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain atas penggunaan fasilitas, lokasi, model, dan obyek lainnya dalam foto yang dikirimkan.</p>
<p>h.     Lembar foto berwarna/hitam putih beserta <em>file</em> <em>highres </em>diterima paling lambat tanggal 3 September 2010 pukul 13.00 WIB di sekretariat panitia dengan alamat :</p>
<p>Unit Khusus Museum Bank Indonesia</p>
<p>KOPERBI Gedung D Lantai 1</p>
<p>Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat 10350 Telp.021-3818731 Faks.021-3864935</p>
<p>Cantumkan tulisan ”LOMBA FOTO HERITAGE BANGUNAN SEJARAH/CAGAR BUDAYA” pada pojok kiri atas amplop pengiriman.</p>
<p>i.      Informasi lomba foto lebih lanjut, hubungi Sdr. Fadhil Nugroho HP.0818899150, Sdr. Adi Purwantoro Telp. 021.3818731, Sdr. Jefri Prihartanto / Sdri. Puji Astuti HP. 081389016787 hari Senin s.d. Jumat pukul 08.00 s.d. 15.30 WIB.<strong> </strong></p>
<p>j.      Pemenang akan diumumkan pada acara Pencanangan Pelestarian dan Pemanfaatan Heritage Bank Indonesia di Surabaya tanggal 26 September 2010 dan di muat di website Bank Indonesia <a href="http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/">http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/</a> tanggal 27 September 2010.</p>
<p>k.     Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang apabila foto tersebut digunakan untuk kepentingan Bank Indonesia. Panitia memiliki hak publikasi foto pemenang untuk kegiatan pameran dan sosialisasi Bank Indonesia lainnya dengan mencantumkan sumber foto (hak cipta tetap pada fotografer). Dengan mengikuti lomba foto ini, peserta telah memahami dan menyetujui segala hak dan kewajibannya.</p>
<p>l.      Panitia tidak mengembalikan foto yang telah dikirimkan dan dilombakan.</p>
<p>m.    Pajak hadiah ditanggung oleh Bank Indonesia.</p>
<p>n.     Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p><strong> </strong><strong>PANITIA LOMBA FOTO</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/category/bangunan-bersejarah/'>Bangunan bersejarah</a>, <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/category/fotografi/'>fotografi</a> Tagged: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/tag/bandung/'>Bandung</a>, <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/tag/indonesia/'>Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gambarlukis.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gambarlukis.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=656&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/08/28/lomba-foto-bangunan-bersejarah-bi-tenggat-3-sept-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1291d66527426a45d5f2fbea56ce8f4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/08/eximaa61.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">eximAA61</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena lukisan sebagai media terapi ( art therapy ) di rumah sakit.</title>
		<link>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/07/07/fenomena-lukisan-sebagai-media-terapi-art-therapy-di-rumah-sakit/</link>
		<comments>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/07/07/fenomena-lukisan-sebagai-media-terapi-art-therapy-di-rumah-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 14:34:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gambarlukis.wordpress.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan masyarakat perkotaan yang sering terkena stres berkepanjangan, tak lagi sekedar memerlukan ruang pengobatan  yang bersifat medis   kimiawi. Banyak yang mencoba terapi seni ( art therapy ). Salah satunya, Ny Giok ( 62 ). Perempuan ini tengah duduk di sudut ruang tunggu ICU Gedung Alkema RS Immanuel, Bandung. Meski suaminya sedang dirawat intensif di ruang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=649&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_650" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/07/tjujuwidjaja.jpg"><img class="size-medium wp-image-650" title="tjujuwidjaja" src="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/07/tjujuwidjaja.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Wajah anak yang inosen memang menggemaskan. Tjutju Widjaja mengangkatnya sebagai tema karya-karyanya. Bisa menenangkan pasien dan keluarga yang terkena musibah. Ide brilian..</p></div>
<p><strong> </strong>Kehidupan masyarakat perkotaan yang sering terkena stres berkepanjangan, tak lagi sekedar memerlukan ruang pengobatan  yang bersifat medis   kimiawi. Banyak yang mencoba terapi seni ( <em>art therapy</em> ). Salah satunya, Ny Giok ( 62 ). Perempuan ini tengah duduk di sudut ruang tunggu ICU Gedung Alkema RS Immanuel, Bandung. Meski suaminya sedang dirawat intensif di ruang ICU, ia mengaku menjadi lebih rileks saat melihat lukisan2 yang  terpampang di ruang tunggu.</p>
<p>Susi ( 35 ), penderita tifus mengaku lebih mendapat spirit melihat gambar2 tersebut,”Mungkin karena saya memang suka seni. Jadi, ketika melihat lukisan2 itu, senang sekali rasanya. Ada perasaan tenang, damai, dan tidak mau tergesa-gesa. Mungkin karena suasananya jadi berubah setelah ada lukisan,”ujarnya. Apa yang disampaikan para pasien itu tentu menjadi alasan mengapa para konseptor ( perancang ) gedung berlantai 8 itu merasa perlu menyimpan lukisan hampir di setiap dinding. Selain memberi warna pada dinding yang putih melompong, juga sebagai terapi penyembuhan.</p>
<p><strong>Daripada dingin melompong, mending <em>homy</em> warna warni.</strong></p>
<p>Anna, Kepala Bidang Keperawatan sekaligus Panitia Penataan Gedung Alkema RS Immanuel, Bandung, mengatakan, tujuan memajang lukisan di ruang perawatan adalah untuk memberi kesan baru terhadap rumah sakit agar tidak terlalu “dingin”, putih dan seram. Selain ingin memberi kesan <em>homy</em> agar suasana tegang saat proses pelayanan tak begitu terasa, namun lebih cair dan rileks.</p>
<p>Saat ini, sedang terjadi pergeseran desain tata ruang di sejumlah tempat pelayanan publik di Kota Bandung, khususnya beberapa rumah sakit yang sering terkesan menyeramkan. Pergeseran dari segi furniture dan aksesori yang mendukung, seperti memajang lukisan2, sebagai media terapi bagi pasien atau keluarga pasien yang sedang tertimpa musibah.</p>
<p>Tjutju Widjaja yang sengaja memajang karya lukisnya di rumah sakit, mengatakan, berpameran di rumah sakit dapat terlihat bagaimana fungsi lukisan terhadap kehidupan.”Kalau kita berpameran di tempat biasa, itu lumrah. Tetapi di tempat begini, semoga saya bisa memberi dorongan semangat terhadap kondisi psikologis orang yang sedang menderita. Siapa pun yang masuk rumah sakit <em>kan </em>sedang diuji,”ujarnya.</p>
<p><strong>Narkoba disembuhkan dengan zikir dan seni.</strong></p>
<p>Mengomentari fenomena yang berkembang di masyarakat ini, pelukis yang juga penyair, Acep Zamzam Noor mengatakan, seni memang bisa menjadi terapi bagi penyakit yang berhubungan dengan fisik atau kejiwaan. Semua jenis seni bisa menjadi terapi, tetapi tidak berlaku bagi semua orang. Seni akan efektif menjadi terapi kalau orang yang diterapi mempunyai ketertarikan, yang kemudian membuatnya terlibat dengan seni itu. Terapi dalam konteks ini adalah semacam mengalihkan perhatian sehingga orang yang diterapi tersebut merasa asyik dan masuk, yang kemudian melahirkan energi baru.</p>
<p>Acep membandingkan dengan terapi zikir bagi orang yang ketergantungan narkoba. Orang tersebut dibuat asyik dengan zikir sehingga lambat laun ketergantungannya beralih. Narkoba dan zikir sama2 bikin asyik masyuk dan membuat mabuk orang yang melakukannya.”Saya pikir seni pun fungsinya sebagai terapi tak jauh dengan itu,”ucapnya. Misalnya, seni lukis. Seni yang menggunakan media cat, aklirik, dll, banyak digunakan sebagai media terapi. Seni lukis seperti juga seni lainnya, mempunyai daya sedot yang membuat orang asyik masyuk. Keasyikan inilah, sebenarnya inti dari terapi. Jadi, kalau orang belum asyik dengan seni tertentu, tidak akan efektif sebagai terapi. ( Eriyanti/PR, 20/6/2010 ).</p>
<br />Filed under: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/category/lukisan/'>Lukisan</a> Tagged: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/tag/bandung/'>Bandung</a>, <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/tag/indonesia/'>Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gambarlukis.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gambarlukis.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=649&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/07/07/fenomena-lukisan-sebagai-media-terapi-art-therapy-di-rumah-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1291d66527426a45d5f2fbea56ce8f4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/07/tjujuwidjaja.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tjujuwidjaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Rupa Indonesia, go internasional atau didikte pasar ?</title>
		<link>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/06/22/seni-rupa-indonesia-go-internasional-atau-didikte-pasar/</link>
		<comments>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/06/22/seni-rupa-indonesia-go-internasional-atau-didikte-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 21:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[wawasan seni rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gambarlukis.wordpress.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini sekiranya dapat dibaca sebagai poin2 pemikiran yang berkaitan dengan sejumlah persoalan dalam praktik seni rupa Indonesia yang ingin go internasional terutama dalam 2-3 tahun terakhir. Wujud nyatanya, seperti  biennale dan art fair. Diplomasi kebudayaan Indonesia terlambat sekitar 20 tahun, dari negara2 lain yang aktif berdiplomasi. Karakter seni rupa Indonesia memiliki unikum spesifik sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=638&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_639" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/06/pameran.jpg"><img class="size-medium wp-image-639" title="pameran" src="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/06/pameran.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Tingkat penjualan karya sering menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah pameran. Bisakah di Indonesia, pemikiran seni bertumbuh dan menjadi acuan pasar sehingga peluang go internasional terbuka lebar. Pintar siapa, seniman atau pembeli ?</p></div>
<p><strong> </strong>Tulisan ini sekiranya dapat dibaca sebagai poin2 pemikiran yang berkaitan dengan sejumlah persoalan dalam praktik seni rupa Indonesia yang ingin <em>go internasional</em> terutama dalam 2-3 tahun terakhir. Wujud nyatanya, seperti  <em>biennale </em>dan <em>art fair.</em> Diplomasi kebudayaan Indonesia terlambat sekitar 20 tahun, dari negara2 lain yang aktif berdiplomasi. Karakter seni rupa Indonesia memiliki unikum spesifik sehingga kurang dieksplorasi dan diimplementasikan dalam konsep berkarya. Contoh, istilah “seni instalasi” dalam khasanah Barat berkaitan dengan konsep perspektif mandala ruang. Secara dinamis, kita bisa sebenarnya bisa memadukan konsep filsafat Barat ( misalnya  pemikiran Rudolf Stainer tentang antropometri atau psikologi Gestalt tentang ruang ) dengan konsep lokal. Perpaduan itu melahirkan integritas nilai2 lokal, dimana kita bisa menawarkan pada dunia. Peluang yang terbuka lebar era pasca modern sekarang.</p>
<p>Praktik seni masa ini masih terjebak dalam bingkai Barat pada pemikiran dan terminologinya. Nilai2 lokal tak jarang dinihilkan, bahkan dianggap terkebelakang. Padahal, muatan lokal sangat berharga di mata internasional. Di tengah ketidakberdayaan kita menajamkan nilai2 lokal, praktik seni rupa cenderung bersandar pada parameter pasar yang menentukan opini publik “mana karya bernilai” dan “mana yang tidak”. Situasi ini memiliki dimensi positif dan kelemahan. Parameter pasar tak jarang dipungut dari dunia maya, liputan pameran di media cetak, majalah, dsb. Jurnal seni rupa yang lebih komprehensif jarang dipakai. Jurnal “serius” tsb sempat muncul, namun kini tak terbit lagi.</p>
<p><strong>Kelebihan seni rupa Indonesia </strong></p>
<p>Sesungguhnya, karya2 seni rupa kontemporer kita bersaing di arena internasional. Dalam lingkup Asia, selain Cina dan India, Indonesia termasuk yang diunggulkan, dibicarakan dan sering menuai penghargaan. Bukti bahwa seni rupa kita memiliki kelebihan :</p>
<ul>
<li>Seni rupa kita memiliki kekuatan estetik  yang diramu dengan muatan sosiobudaya dan politik sebagai bagian integral yang tak terpisahkan dengan perjalanan sejarah nasional. Misalnya, epik Mahabarata, Ramayana, pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang seni budaya, sampai Persagi hingga Gerakan Seni Rupa Baru ( GSRB ).</li>
<li>Seni rupa Indonesia memiliki budaya lokal yang bukan memuja tradisi, tetapi cenderung kritis yang memperkaya dan membangun budaya lokal sebagai tradisi baru. Kritik berperan mendukung gerak pluralisme kebudayaan dunia ; mengapungkan terminologi seni kontemporer kita yang khas dan tidak tunduk pada konsepsi2 Barat.</li>
<li>Seni rupa kita cenderung eksploratif pada konsep seni dan budaya, lebih memandangnya sebagai “pengetahuan” ketimbang sains. Bekal kesadaran semacam ini penting untuk ditelaah lebih jauh.</li>
</ul>
<p><strong>Sensor dan moralitas agama</strong></p>
<p>Seni rupa kita juga memiliki kekurangan. Pertama, terlampau sering penyensoran, terutama karya yang menyinggung moralitas keagamaan. Kedua, termarginalisasi oleh cara pandang seni rupa dunia. Situasi ini memposisikan kita sebagai “tokoh pinggiran” dalam percaturan seni rupa dunia. Ketiga, seni rupa kita kurang melakukan integritas dengan kebudayaan mancanegara.</p>
<p>Dalam pandangan Heri terkait keprofesian seni rupa kita. Pertama, etika yang berlaku cenderung didorong oleh etika pasar sehingga kekuatan pemikiran seni yang bisa menjadi ujung tombak diplomasi kebudayaan ke kancah dunia ditumpulkan oleh kita sendiri. Saatnya kini, kita terus berupaya menciptakan kekuatan yang digerakkan pelbagai keprofesian seni ; seniman, akademisi, kritikus, kurator, sejarawan seni, kolektor, art dealer, pemilik galeri, museum, dll, sebagai bagian dari medan sosial seni. Kekuatan itu membangun etika sehingga iklim yang kondusif dan sehat tercipta bagi pengembangan praktik dan wacana seni rupa kita. ( Heri Dono, seniman/ PR, 13/6/2010 ).</p>
<br />Filed under: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/category/wawasan-seni-rupa/'>wawasan seni rupa</a> Tagged: <a href='http://gambarlukis.wordpress.com/tag/indonesia/'>Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gambarlukis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gambarlukis.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gambarlukis.wordpress.com&amp;blog=10560450&amp;post=638&amp;subd=gambarlukis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gambarlukis.wordpress.com/2010/06/22/seni-rupa-indonesia-go-internasional-atau-didikte-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1291d66527426a45d5f2fbea56ce8f4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambarlukis.files.wordpress.com/2010/06/pameran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pameran</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
