Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Jeihan : pelukis mata hitam yang kaya & bersahaja.

with one comment

Saya tercengang ketika sebuah lukisan sederhana dihargai sampai 400 juta rupiah. Rasanya saya bisa membuatnya lebih complicated dan sophisticated dari itu. Ibu sependapat. Tapi yang sophisticated seperti yang saya maksudkan, pernah saya lihat di sebuah pameran, cuma dibandrol 750 ribu rupiah. Tak lebih. Mengapa bisa demikian ?

Lukisan, pernah saya baca di sebuah majalah, adalah jejak kehidupan si pelukis. Sangat khas, tak bisa diduplikat. Artinya, ketika melihat sebuah karya, tak cuma karya itu thok yang dilihat, kita juga melihat karakter si pelukis, keunikannya, perjuangan dan pandangan hidupnya, habitat tempat tinggalnya, dsb, menjadi sebuah paket komplit. Misalnya, pelukis Joko Pekik, membiarkan ayam2 kesayangannya berkeliaran di halaman rumah. Sebelum memasuki studionya, kita disuguhi musik gamelan dan aneka koleksinya, juga cerita2 dahulu ketika Joko disiksa oleh rezim orde baru. Atmosfer tertentu ia bangun sebelum pengunjung sampai di depan karya lukisnya.

Wah, kalau ingat artikel itu, juga bobot pengalaman hidup dan berkesenian Pak Jeihan ( 71 tahun ), bisa dimengerti kalau lukisan saya belum mencapai ratusan juta ( he3x ). Tapi, saya ingin tahu bagaimana Jeihan bisa menjadi pelukis terkaya di Indonesia. Yuk, kita simak.

Lahir di Ngampel, Boyolali, 26 September 1938. Masa kecil dan remaja didera berbagai kesulitan. Namun, Jeihan tetap mampu mengasah kepiawaiannya dalam melukis, bahkan sampai dipercaya mengajari teman-temannya melukis. Karier seni rupa dirintis dari bawah, dengan pelbagai rintangan. Setelah 7 kali pameran tunggal, baru lukisannya terjual. Sebelumnya, setiap liputan selalu ia jadi sasaran kritik. Mata hitam, ciri khasnya diejek sebagai sebagai sasaran tembak. Tapi, Jeihan tak gentar, ia tetap konsisten dengan prinsip2 temuannya.”Aku tidak takut tantangan ! Aku sengaja mengundang tantangan,” ujarnya.

Nyatanya pilihannya terus tumbuh dan berbuah sekarang. Meski demikian, Jeihan tampil tetap santai bersahaja. Siapapun yang dihadapi, dianggap manusia yang sederajat. Ucapannya spontan, matang, penuh renungan, kaya anekdot dan humor cerdas, juga mengejutkan. Ia tetap gelisah dalam pencariannya dan karenanya bertambah matang. Tidak stagnan. Ucapannya berkelebat seperti kilatan cahaya yang aktif memproduksi makna.

Di ulang tahunnya yang ke-71, 26 September 2009 kemarin, imajinasinya tetap liar. Nalarnya tetap tajam, orisinal, kontroversial, mengacau batas main2 dan serius, menawarkan alternatif untuk keluar dari kemelut peradaban berabad, kata Hikmat Gumelar. Teknik dan kemampuannya tetap berdaya melahirkan karya seni rupa dan sastra. Pelukis terkenal ini juga membidani lahirnya gerakan Puisi mBeling, menulis “Buku” tahun 1973, menerbitkan kumpulan sajak sahabatnya, Sapardi, berjudul “Dukamu Abadi”, “Kolam”, dan mendanai penerbitan ulang “Apa Kabar Hari Ini Den Satro ?”.

Pada tahun 1970-an, rumah Jeihan di Gang Masjid, Cicadas, Bandung, menjadi salah satu pusat kebudayaan Bandung. Rumah itu menyediakan satu kamar, satu mesin tik, minuman, makanan dan keleluasaan untuk berpikir, berdebat dan menulis. Mereka yang kerap berkunjung, adalah Sanento Yuliman, Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi W.M., Dodo Djiwapraja, Ramadhan K.H., Wing Kardjo, W.S.Rendra, Suyatna Anirun, Leon Agusta, dsb. Mereka yang berdebat sengit di rumah Jeihan ini kemudian kita kenal sebagai pesohor dalam jagad kebudayaan kita. Di sana, dalam kondisi ekonomi morat-marit itu, ide2 mengkristal menjadi Puisi mBeling. Studio Jeihan sekarang berada di Jalan Padasuka, Bandung.

Jeihan juga tetap bertanggungjawab sebagai suami dan bapak. Ia banyak membantu para seniman dan kegiatan seni, budaya, pendidikan, sosial dan agama. Jeihan membesar melebihi dirinya, berkembang menjadi lembaga yang turut memacu pertumbuhan masyarakat, budaya dan bangsa kita. Nah, anda tahu sekarang mengapa lukisan Jeihan sangat bernilai.

Written by Nanin

07/12/2009 pada 16:03

Ditulis dalam Pelukis

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. apik tenan……………….
    wezzzz

    vita imutzz

    16/01/2011 at 15:33


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: