Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Melesatkan ide cerita

leave a comment »

Terlalu banyak ide untuk sebuah cerita yang hendak ditulis, sering tak membantu kita untuk memulai menulis novel. Kita justru merasa kewalahan dan tak dapat memilih, tokoh mana yang akan menjadi sentral cerita, setting mana yang akan dipilih dan ending seperti apa yang akan ada di akhir cerita, karena semuanya terasa menyenangkan.

Namun, ide cerita tetaplah unsur penting dalam penciptaan novel. Berikut beberapa saran dari Wiku Baskoro, penggiat Dipansenja literacy agent, agar ide cerita bisa dipergunakan secara maksimal.

Pengumpulan ide

Banyak hal yang bisa membangkitkan ide cerita dalam pikiran kita, entah itu nyata atau khayalan. Yang perlu dilakukan adalah membuka mata, mendengarkan dan menjadi lebih peka. Pikirkanlah sebanyak mungkin ide cerita, jaringlah ide sebanyak mungkin karena memang dunia ini dipenuhi banyak inspirasi. Jangan takut jika ide cerita kita tidak orisinal, jangan pikirkan itu. Tampung dulu semua ide untuk novel kita. Tokoh, plot, kejadian2 kecil. Semuanya.

Pengelompokan ide

Pada kondisi memerlukan banyak ide cerita, munculnya variasi ide sangatlah membantu. Namun, ketika kita dalam suasana menulis sebuah novel yang sedang berjalan 50 halaman, kemudian berbagai ide cerita menghampiri, maka kesulitan utama adalah ide cerita mana yang akan dipilih. Maka dari itu, semua ide cerita yang telah kita kumpulkan melalui pengamatan, lamunan, bacaan dan menonton film, harus dikelompokkan.

Buatlah daftar semua ide itu dan kelompokkan menurut kategorinya. Untuk plot, semua ide cerita tentang plot dikelompokkan dalam satu catatan. Demikian juga, dengan ide untuk tokoh, setting, percakapan dan detail lain.

Catatan

Hal terpenting dari semua itu adalah catatan. Tanpa benda yang satu ini, terkadang ide cerita sehebat apapun tak akan kita ingat di kemudian hari ketika kita benar2 memerlukannya. Maka, catatlah semua ide cerita yang telah terkelompok dalam sebuah catatan khusus, sehingga kita dapat dengan mudah mencari, membaca kembali ide2 apa yang bisa kita gunakan dalam novel.

Membaca

Saat menghadapi writer’s block atau kebuntuan menulis, kita dituntut untuk sekreatif mungkin mencari cara menghadapinya. Salah satu cara yang ampuh adalah membaca, terutama karya2 yang kita minati. Bisa membaca ulang atau rereading, bisa juga membaca bacaan yang belum pernah kita baca. Banyak hal yang bisa dipelajari dari karya orang lain, terutama cara pandang si penulis terhadap suatu permasalahan, plot, juga gaya bahasa penulis lain.

Diskusi

Dua kepala lebih baik daripada satu. Pada beberapa kondisi, pernyataan ini sangatlah tepat, begitu pun dengan proses menulis. Sebuah diskusi mengenai suatu plot, tokoh bahkan setting akan membuat pandangan kita terhadap suatu ide cerita menjadi lebih kaya. Dapatkan seorang teman, atau bahkan lebih, untuk mendiskusikan ide cerita dan rencana2 apa yang akan kita lakukan pada novel kita. Namun tetap, kendali penuh dan keputusan pilihan ide ada pada diri penulis. Jangan pernah terlalu terpengaruh pada pendapat orang lain, jadikan semua itu sebagai masukan, bukan suruhan.

Semua saran di atas tentu akan kembali pada kita, sebagai kreator tokoh dan cerita, Tips2 menulis mungkin bukan hal terpenting. Tanpa kemauan yang kuat dan daya tahan, menulis akan sangat menyiksa. Namun jika kita menikmati segala proses, termasuk kebuntuan dalam menulis, rasanya segala usaha nantinya tidak akan pernah sia2.

Written by Nanin

11/12/2009 pada 13:12

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: