Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Menjadi milyarder dengan Facebook & 175 juta penggemar.

leave a comment »

Mark Zuckerberg, 24 tahun, menjadi milyader setelah 5 tahun membuat Facebook yang dikunjungi 175 juta orang. “Negara” terbesar ke 6 dunia. Melebihi Jepang. Obama paling populer di situs jejaring sosial ini ( 6 juta penggemar ). Saya lihat Kamis kemarin ( 31/12/2009 ), di Indonesia, SBY terpopuler ( sekitar 1 juta orang ). Bibit dan Chandra ( pimpinan KPK ) didukung lebih dari 1,4 juta orang. Prita Mulyasari didukung facebookers, blogger, twitter sampai terbebas dari dakwaan pidana pencemaran nama baik dan terkumpul koin lebih 800 juta rupiah. Saykoji, rapper yang ngetop dengan lagu “On Line”, mengaku mempopulerkan diri dan mengupload lagu2 ciptaannya melalui Facebook-nya sejak September 2008. Aditya jadi penulis skenario dan bukunya laku keras setelah blog-nya “Kambing Jantan : Harian Pelajar Bodoh” diklik banyak orang. Fenomenal, ya, melihat apa yang bisa dicapai orang dengan dunia maya.

Kata Muradi, pengamat politik dan pertahanan ; dalam Facebook dan milis, ada praktek kebebasan berpendapat bagi mereka yang melek teknologi. Menurut Yasraf A.Piliang, cyberspace ( dunia maya ) adalah tempat orang menciptakan otoritas dan kekuasaan bagi dirinya yang tak diperoleh di dunia nyata. Bebas bicara, bebas mengkritik, bebas memberi informasi, bebas mengekspresikan ego individualnya, bebas bermain dalam grup fantasi dan drama kolektif. Bebas tanpa tekanan pemerintah. Batas yang tak seharusnya dilewati ( batas hasrat, fantasi, kesenangan, gairah ) menjadikan dunia maya berlebihan dan ekstrim. Kedalaman seseorang tidak menjadi ukuran penting dalam gerakan Facebook. Siapa saja bisa masuk grup.

Milis, ruang publik di dunia maya, lebih mendalam, karena punya aturan dan norma. Contohnya, milis jurnalisme. Ide gerakan seperti di Facebook ada di milis yang dikelola Farid Gaban, mantan wartawan Tempo dan Republika, dan Asep Saefullah. Milis ini sudah beranggotakan 3.731 orang. Lebih dalam, karena jawaban setuju atau tidak setuju harus ada argumentasinya. Komunikasi politik terkait aspek budaya politik ( sikap mental, sistem nilai, etika politik ) yang matang dan dewasa. Berbagai konflik vertikal, horizontal yang mewarnai masyarakat kita belakangan ini, menunjukkan budaya politik Indonesia belum matang. Cyberspace memang media demokrasi. Namun, seperti juga pisau, ia berguna bagi orang baik dan membahayakan bagi orang jahat. Cyberface bisa menjadi perusak demokrasi oleh kelompok yang belum dewasa budaya politiknya. Demokrasi oleh mereka ditafsirkan “apapun boleh” atau “kebebasan mutlak”. Padahal, yang diperlukan adalah budaya dialog untuk membangun demokrasi.

Pengirim komen bermuka badak di-blacklist saja.

Cyberspace adalah ruang maya yang bersifat artifisial. Ada ruang pribadi yang perlu password dan ruang publik yang bisa diakses siapapun. Dalam inbox, anda menerima pesan, ucapan selamat, cerita, gambar, resep, bahan kuliah, agenda rapat, kritik, saran, juga makian. Dalam outbox, anda merespon input2 tsb. Setelah setahun ber-blog ria, saya mendapati orang iseng, sinting, maniak juga predator di kotak komentar. Baru sekali komen sudah mengatur macam2. Sok akrab atau sok jago. Cirinya ; ia memberi komentar pada posting2 terbaru anda, terlebih yang memperlihatkan kebaikan atau kepemilikan ( kekayaan materi ) anda. Ia mengincar sesuatu dari anda.

Saran saya, anda jangan langsung menjawab di hari ia memberi komentar, atau buang ke trash ( tempat sampah/ black list ) saja. Karena jika anda langsung menjawab, ia akan bisa merilis komen dia tanpa moderasi anda pada waktu2 selanjutnya. Tahu2 nongol di halaman posting anda dengan kesopanan ( yang dibuat-buat ) dan pengulangan2 salam yang tak anda harapkan. Tanpa izin anda. Mengganggu. Tidak nyaman. Tapi, ia tidak peduli. Ia akan tetap nongol kapanpun dia suka ( dengan foto wajah yang ala kadarnya ) hingga terbentuk atmosfer yang mengintimidasi anda ( atau ia berharap anda lama2 jatuh kasihan sehingga bisa ia peralat ). Stereotip penyiksa/ penipu yang merasa dengan ngotot ia akan mendapat semua keinginan. Ia hanya memikirkan diri sendiri. Numpang beken. Datang tanpa diundang, meski sudah berkali-kali diberi sinyal anda tidak ingin menjadi temannya. Untuk2 orang2 bermuka badak ( tebal muka ) ini, hentikan saja sejak anda menangkap sinyal awal tak beres/ wajar tsb ( kurang kerjaan ). Kalau ia bertekad mengirim 100 komen, siapkan stamina untuk menghapus 1000 komennya. Itu jauh lebih baik daripada anda terjerat masuk ke pusarannya lebih dalam. Sebelum ia menyita waktu dan ketenangan hidup anda.

Ulah lainnya datang dari fan seorang figur yang terus memberi komen yang menjelek-jelekkan posting kita setelah kita tak sependapat dengannya. Benar yang dikatakan Yasraf, Muradi, Asep dan Agus Rakasiwi, siapa saja bisa masuk ke dunia maya. Yang dangkal, maupun yang dalam. Pengalaman saya, yang dangkal dan melihat fakta sepotong2 ( malas mikir ) jumlahnya lebih banyak. Kalau tidak pandai2 menyiasati, ocehan mereka bisa menghabiskan waktu kita. Gunakan seluruh fasilitas yang ada di penyedia blog dan situs anda untuk men-filter kehadiran mereka. Masukkan mereka ke daftar hitam ( kotak black list ). Anda tak perlu ocehannya.

Facebook sedang saya pelajari, awalnya dengan nama samaran. Dalam episode Oprah Show, pernah dibahas tentang pedofilia ( pencabul anak ) dan psikopat yang menggunakan situs jejaring sosial Friendster untuk menjerat mangsa. Karena begitu detailnya identitas pengguna dalam situs tsb sehingga para psikopat pedofilia terbangkitkan selera dan pikiran kejinya. Jumlah mereka puluhan juta, baru di Amerika saja. Jadi, mohon dimengerti jika saya tidak terlalu detail mengumbar identitas saya di dunia maya. Safety first. Namun, 175 juta pantas untuk dicoba. Be careful ..

Written by Nanin

17/03/2010 pada 10:34

Ditulis dalam komunitas

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: