Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Archive for the ‘kiat menulis’ Category

Membuat cerita dalam skenario

leave a comment »

Skenario adalah produk seni industri yang mengandalkan perencanaan, matematika, impian dan realisasi. Seorang penulis skenario dibatasi format tayang, waktu dan kemampuan produksi. Anda harus mampu membuat cerita skenario yang bagus untuk film panjang atau film berdurasi pendek. Memberi pesan kesadaran, pencerahan, dalam kondisi apapun.

Teknik bercerita dalam skenario dibagi dalam scene ( bagian – lokasi – waktu ). Tiap scene menceritakan beragam keadaan dan karakter dalam tempat dan waktu tertentu. Scene memberi informasi awal, atmosfer dan dialog si karakter. Dari kombinasi ini muncul kesinambungan cerita, informasi di mana, apa, siapa dan bagaimana sebuah konflik, tujuan dan cerita berlangsung. Jalan cerita dalam scene diwakili dialog, aktivitas karakter dan latar belakang adegan.

Penonton disuguhi visualisasi cerita yang diselesaikan dalam satu fragmen dan berpindah ke fragmen berikutnya. Bagian terbesar penulisan skenario adalah dialog antar karakter. Dalam format film, dialog dari karakter terukur, tak selalu dibebaskan untuk berimprovisasi. Jika terlihat berbicara hebat dan lama, sebenarnya ia telah menghafal setiap dialog yang dituliskan. Kecerdasan menulis tutur kata dan dialog sangat diperlukan. Beragam teknik dialog dalam skenario2 terbaik di dunia bisa dipelajari.

Suasana tegang, konyol, lucu bisa diwakili oleh dialog antar karakter yang dibuat seefektif mungkin tanpa mengurangi pesan dan informasi yang ingin disampaikan. Dengan latihan berulang menulis 1-2 scene awal, anda dapat menumbuhkan gaya cerita film milik anda sendiri.

Iklan

Written by Nanin

11/12/2009 at 14:04

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with

Definisi skenario, film & format 3 babak.

leave a comment »

Mulailah dengan niat. Himpun berbagai ide dan cerita. Pilih yang terbaik, yang tidak membosankan, yang layak ditayangkan, yang unik, yang menyampaikan pesan. Berbagai istilah, standar penulisan skenario, teori struktur cerita, cara membuat skenario yang menarik dan layak jual, akan disampaikan di sini.

Skenario : rencana cerita yang sudah dipetakan dan dibagi dalam tempat-waktu, karakter dan aktivitas. Penggambaran karakter menempati porsi terbesar.

Film : cara pandang visual teknis yang dirias menjadi urutan cerita yang kita lihat dan dengar.

Cerita dalam skenario mengalami modifikasi struktur agar dapat diimplementasikan. Struktur cerita dengan format 3 babak terdiri :

  • Babak 1 – Awal konflik dan pengenalan karakter
  • Babak 2 – Tengah atau komplikasi masalah
  • Babak 3 – Akhir penyelesaian masalah

Pengembangan cerita dari sinopsis dalam 3 babak cerita memudahkan kita membuat skenario dasar. Setelah sebuah cerita sesederhana apa pun dimasukkan ke pembagian babak, kita harus memodifikasi karakter, aktivitas dan tempat dari sudut pandang pemirsa. Kita harus dapat memadukan unsur2 hiburan, suspense atau beragam pesan audio visual lain ke dalam bangunan kata2.


Written by Nanin

11/12/2009 at 14:02

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with

Menulis skenario untuk televisi : batas visual, durasi & penonton

leave a comment »

Menulis skenario adalah sebuah teknik penulisan yang menggabungkan imajinasi dan keterbatasan visual. Misalnya, skenario televisi dibatasi ukuran visual, durasi dan penonton. Yang dijelaskan Sony Set sebagai berikut :

  1. Ukuran visual layar televisi yang ditonton penduduk Indonesia antara 14-20 inchi. Penonton mengharapkan cerita yang mudah dilihat, dicerna dan dinikmati dalam kondisi apa pun. Saat menulis scene, bayangkan adegan cerita anda apa layak ditampilkan dalam monitor televisi sebesar itu ? Apa urutan2 adegannya enak dinikmati ? Dengan latihan seksama akan tumbuh gaya penceritaan yang filmis.

  2. Durasi berhubungan dengan lamanya penayangan. Penonton butuh cerita yang jelas. Kalau perlu menggebrak pada menit2 awal, karena penonton mudah bosan dengan jalinan cerita yang terlalu panjang. Tapi bukan berarti mempersingkat cerita atau asal gampang untuk menyelesaikan cerita. Kita harus bisa memadatkan cerita sepanjang apapun menjadi tayangan yang tak membosankan. Inti cerita yang telah dipadatkan menjadi skenario itu ketika menjadi karya film tetap mampu mewakili keliaran imajinasi dalam cerita dasar/ semula.

  3. Proses produksi film melibatkan banyak sekali orang dan faktor produksi. Itu sebabnya, para penulis skenario dan produser film berlomba menciptakan cerita yang disukai banyak penonton, alias mengikuti selera pasar, supaya ongkos produksi bisa kembali dan keuntungan bisa diraih. Namun kondisi booming ini tak abadi. Tetap diperlukan inovasi, ide baru untuk menciptakan tontonan dan cerita yang segar. Selalu diperlukan bakat2 baru, inovasi dan semangat berkreasi untuk membuat berbagai macam cerita dan skenario.

Written by Nanin

11/12/2009 at 13:59

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with

Memulai karir sebagai penulis.

leave a comment »

Bulan puasa biasanya diawali dengan liburan anak2. Tingkat kerepotan di pagi hari, biasanya tak setinggi hari biasa. Beres tugas rutin rumah tangga, biasanya banyak waktu terluang bagi para ibu rumah tangga. Nah, mengapa waktu luang ini tak dimanfaatkan untuk hal yang positif ?

Ya, ibu rumah tangga pun bisa ‘berkarir’ dari rumah. Salah satu karir yang memungkinkan adalah menjadi penulis. Pekerjaan menulis tidak sulit. Asal tahu kiat dan mau memulainya, semua orang bisa melakukannya. Mau tahu kiat2nya ? Simak tips dari Uci Anwar berikut ini :

  • Cari jenis tulisan yang diminati. Ada banyak jenis tulisan yang bisa dipilih. Mulai jenis cerpen, cerita anak, artikel, novel, hingga resep masakan.
  • Buku dan bahan bacaan adalah sahabat penulis. Untuk dapat menulis, bahan bacaan berupa buku, koran, jurnal dan semacamnya, adalah sahabat yang tak bisa kita pisahkan setiap harinya. Dari bahan tulisan itu, bisa timbul ide. Dari kebiasaan membaca, tanpa sengaja kita terbiasa merangkai kata menjadi kalimat.
  • Tentukan jenis tulisan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat. Dengan cara ini, kita bisa menggali lebih banyak informasi sebagai bahan mentah kita menulis. Jika kita suka mendengarkan cerita sehari-hari dari anak2 tentang kegiatan mereka, coba tuangkan dalam bentuk cerita anak. Dari hal2 sederhana itu, kita bisa memetiknya sebagai bahan tulisan.
  • Berbincang dengan teman atau tetangga, tak selamanya menghasilkan gosip yang buruk. Dari cerita hidup yang sederhana, bisa dibuat tulisan. Seorang penulis cerpen kenamaan mengaku bahwa cerpen yang dibuatnya umumnya dilatarbelakangi kejadian sesungguhnya. Setelah dimodifikasi, dikurangi dan ditambahi, jadilah cerita yang asyik untuk dinikmati.
  • Umumnya, penulis pemula merasa berat memulai awal kalimat. Namun percayalah, begitu kalimat pembuka didapat, maka selanjutnya kalimat akan lebih lancar.
  • Untuk menjadi penulis, kita tak bisa mengandalkan in the mood atau kondisi perasaan yang bagus. Kita wajib menyisihkan waktu setiap hari untuk menulis, dalam kondisi apapun. Jika perasaan bad mood/ bete, tulisi saja layar komputer dengan naskah mentah tentang perasaan apapun ; jengkel, sedih, marah yang sedang anda rasakan. Kelak, hasil itu bisa digunakan, entah sebagai latar belakang masalah, hingga menjadi puisi yang bernas.
  • Ketika tulisan sudah jadi, jangan hanya disimpan di laci meja anda. Kirimkan ke redaksi majalah, koran, atau bahkan penerbit buku yang sesuai dengan tema tulisan yang ditulis.
  • Jangan putus asa. Ketika tulisan kita belum dimuat oleh penerbit, selidiki kemungkinan penyebabnya. Bisa jadi tulisan kita tak sesuai dengan tema yang diinginkan penerbit. Kita bisa menyertakan surat ditambah perangko balasan agar naskah kita yang berupa kertas atau disket bisa dikembalikan, jika ternyata penerbit tak menginginkan tulisan kita. Penulis J.K. Rowling adalah ibu rumah tangga. Tulisan Harry Potter karyanya semula ditolak oleh semua penerbit yang didatanginya. Namun, ia tidak putus asa. Kini tulisannya ditunggu dunia.
  • Jangan sekali-kali menjadi plagiator atau menjiplak tulisan orang. Sekali ketahuan, selamanya nama penulis akan menjadi daftar hitam atau black list di semua media.

Written by Nanin

11/12/2009 at 13:36

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with

Melesatkan ide cerita

leave a comment »

Terlalu banyak ide untuk sebuah cerita yang hendak ditulis, sering tak membantu kita untuk memulai menulis novel. Kita justru merasa kewalahan dan tak dapat memilih, tokoh mana yang akan menjadi sentral cerita, setting mana yang akan dipilih dan ending seperti apa yang akan ada di akhir cerita, karena semuanya terasa menyenangkan.

Namun, ide cerita tetaplah unsur penting dalam penciptaan novel. Berikut beberapa saran dari Wiku Baskoro, penggiat Dipansenja literacy agent, agar ide cerita bisa dipergunakan secara maksimal.

Pengumpulan ide

Banyak hal yang bisa membangkitkan ide cerita dalam pikiran kita, entah itu nyata atau khayalan. Yang perlu dilakukan adalah membuka mata, mendengarkan dan menjadi lebih peka. Pikirkanlah sebanyak mungkin ide cerita, jaringlah ide sebanyak mungkin karena memang dunia ini dipenuhi banyak inspirasi. Jangan takut jika ide cerita kita tidak orisinal, jangan pikirkan itu. Tampung dulu semua ide untuk novel kita. Tokoh, plot, kejadian2 kecil. Semuanya.

Pengelompokan ide

Pada kondisi memerlukan banyak ide cerita, munculnya variasi ide sangatlah membantu. Namun, ketika kita dalam suasana menulis sebuah novel yang sedang berjalan 50 halaman, kemudian berbagai ide cerita menghampiri, maka kesulitan utama adalah ide cerita mana yang akan dipilih. Maka dari itu, semua ide cerita yang telah kita kumpulkan melalui pengamatan, lamunan, bacaan dan menonton film, harus dikelompokkan.

Buatlah daftar semua ide itu dan kelompokkan menurut kategorinya. Untuk plot, semua ide cerita tentang plot dikelompokkan dalam satu catatan. Demikian juga, dengan ide untuk tokoh, setting, percakapan dan detail lain.

Catatan

Hal terpenting dari semua itu adalah catatan. Tanpa benda yang satu ini, terkadang ide cerita sehebat apapun tak akan kita ingat di kemudian hari ketika kita benar2 memerlukannya. Maka, catatlah semua ide cerita yang telah terkelompok dalam sebuah catatan khusus, sehingga kita dapat dengan mudah mencari, membaca kembali ide2 apa yang bisa kita gunakan dalam novel.

Membaca

Saat menghadapi writer’s block atau kebuntuan menulis, kita dituntut untuk sekreatif mungkin mencari cara menghadapinya. Salah satu cara yang ampuh adalah membaca, terutama karya2 yang kita minati. Bisa membaca ulang atau rereading, bisa juga membaca bacaan yang belum pernah kita baca. Banyak hal yang bisa dipelajari dari karya orang lain, terutama cara pandang si penulis terhadap suatu permasalahan, plot, juga gaya bahasa penulis lain.

Diskusi

Dua kepala lebih baik daripada satu. Pada beberapa kondisi, pernyataan ini sangatlah tepat, begitu pun dengan proses menulis. Sebuah diskusi mengenai suatu plot, tokoh bahkan setting akan membuat pandangan kita terhadap suatu ide cerita menjadi lebih kaya. Dapatkan seorang teman, atau bahkan lebih, untuk mendiskusikan ide cerita dan rencana2 apa yang akan kita lakukan pada novel kita. Namun tetap, kendali penuh dan keputusan pilihan ide ada pada diri penulis. Jangan pernah terlalu terpengaruh pada pendapat orang lain, jadikan semua itu sebagai masukan, bukan suruhan.

Semua saran di atas tentu akan kembali pada kita, sebagai kreator tokoh dan cerita, Tips2 menulis mungkin bukan hal terpenting. Tanpa kemauan yang kuat dan daya tahan, menulis akan sangat menyiksa. Namun jika kita menikmati segala proses, termasuk kebuntuan dalam menulis, rasanya segala usaha nantinya tidak akan pernah sia2.

Written by Nanin

11/12/2009 at 13:12

Ditulis dalam kiat menulis

Tagged with