Gambar Lukis

gambar, lukis, nulis, foto ..

Posts Tagged ‘Jepang

Saseo Ono : pelukis Jepang, sketsa & alam terbuka

leave a comment »

Sampai saat ini masyarakat pada umumnya, terutama pelukis Indonesia belum banyak mengenal tokoh pelukis bangsa Jepang, yang pernah hadir antara tahun 1942-1946, bernama Saseo Ono ( 1906-1954 ). AD.Pirous bercerita bahwa, Ono datang ke Indonesia sebagai pelukis yang bergabung dalam tentara Jepang, ketika pendaratan pertama di Banten, Maret 1942.

Ono banyak menggambar di dinding rumah rakyat di Banten yang dilalui tentara Nippon dalam arus serbuan mereka ke Batavia ( Jakarta ). Ia menggambar tema2 propaganda persahabatan antara Nippon dan Indonesia, seperti slogan “Bersatoelah Bangsa Asia” dan “Ajia-no Ajia” ( Asia untuk bangsa Asia ). Ono seorang tentara yang pelukis, dan juga pencatat sejarah visual yang sukar tertandingi. Pada tahun 1944, buku kumpulan sketsanya diterbitkan oleh surat kabar “Djawa Shimbun”.

Ketika “Keimin Bunka Shidosho” didirikan di Jakarta pada April 1943, walaupun Ono bukan tokoh pimpinan, tetapi Ono telah memberi warna khusus dalam wujud dan rencana kegiatan organisasi ini. Layaknya pelukis aktif, Ono telah banyak mempengaruhi dan memberi wawasan baru bagi pelukis2 muda Indonesia saat itu. Ono telah memperlihatkan betapa pentingnya peran sketsa dalam proses berkiprahnya seorang pelukis.

Masa sebelumnya pelukis2 cenderung langsung melukis dalam studio, berhadapan langsung dengan kanvas. Kegiatan men-sketsa dianggap bukan kegiatan penting bagi pelukis. Ono telah menggoda kawan2 seniman Indonesia untuk banyak bekerja di luar, alam terbuka, menangkap esensi alam dan obyek secara langsung. Garis2 sketsa Ono yang lincah, jernih dan ekspresif memberi kesegaran baru dalam dunia seni lukis Indonesia di zaman Jepang.

Dorongan ini masih berlanjut dan berkembang dalam pribadi2 pelukis muda Indonesia yang sedang menemukan dirinya di sekitar awal kemerdekaan sampai masa2 berikutnya, 1941-1960. Bukan tidak mungkin seniman muda kita yang masih sangat haus akan ilmu, ketrampilan dan pengenalan teknik melukis serta bimbingan saat itu, tersirap dan terpacu oleh kehadiran pelukis Ono.

Kehangatan sketsa2 Ono sezaman dengan pelukis2 lain di Indonesia seperti : Affandi, Sindudarsono Sudjojono ( 1913-1985 ), Henk Ngantung, Otto Djaya, Dullah, Hendra Gunawan. Pengaruh sketsa Ono dapat kita rasakan berlanjut pada pelukis yang lebih muda seperti : Barli Sasmitawinata, Kusnadi, Basuki Resobowo, Sudarso, Fajar Sidik, Kerton, dan lainnya. Demikianlah, Saseo Ono secara langsung atau tidak langsung telah memberi masukan pengetahuan bagi kita, bahwa melihat alam terbuka dan kehidupan sehari-hari dengan mata segar adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan berkesenian.

Selain Keimin Bunka Shidosho ( KBS ), sebagai badan kebudayaan yang aktif bergerak dengan dukungan seniman2 Jepang akademis, ada pula kelompok lain yang berintikan nasionalisme Indonesia yaitu “Poesat Tenaga Rakjat” ( Poetra ). Poetra didirikan oleh Bung Karno-Hatta, Ki Hadjar Dewantoro dan K.H. Mansjur, Maret tahun 1943. Seperti KBS, Poetra juga mengembangkan salah satu kegiatannya di bidang seni dan budaya. Pelukis2 yang tergabung dan memperkuat barisan Poetra di antaranya, Affandi dan Dullah.

Walaupun dalam menjalankan tugas pertahanan negara melalui seni lukis propaganda ini, antara KBS dan Poetra terdapat kecenderungan prinsip yang berlainan, tapi tidaklah tepat untuk memberi nilai satu lebih baik dari yang lainnya. KBS lebih banyak dibimbing oleh tenaga2 seniman Jepang seperti ; Saseo Ono, Yamamoto, Yashioka, di samping seniman2 Indonesia yang dipimpin bergantian oleh S.Sudjojono, R.M. Subanto Surjosubandrio ; sedangkan Poetra hampir seluruhnya didukung oleh seniman Indonesia. Ini bukan berarti Poetra lebih penting peranannya dibanding KBS. Poetra memang lebih patriotic atau nasionalis, tetapi persoalannya harus dilihat dari sudut bahwa badan2 ini merupakan wadah, tempat menggodok seniman2 Indonesia, dari aktivis muda menjadi seniman2 yang matang. Ini dibuktikan dengan peranan mereka pada masa2 perjuangan revolusi kemerdekaan yang segera muncul ( 1945-1950 ).

Sekembalinya ke Jepang pada tahun 1945, Ono masih melanjutkan kehidupannya sebagai pelukis. Dalam karya2nya Ono banyak menceritakan kehidupan malam penari2 di klub hiburan di kotanya, Jepang, seperti yang dilakukan oleh pelukis terkenal Toulouse Lautrec ( 1864-1901 ) di Perancis sebelumnya.

Pelukis Saseo Ono lebih merupakan seorang penggambar yang mempunyai kecakapan luar biasa dalam mencatat segala kejadian dan keadaan di Indonesia dengan pandangan yang tajam, yang kadang2 humanistik. Ono membuat sketsa2 dari pemandangan candi2 di Jawa, pura, pemandian dan gadis2 Bali, wayang golek, karapan sapi Madura, gadis2 Minang, wanita bertelekung sedang sembahyang, dll, di samping sketsa2 yang dibuat ketika pendaratan tentara Jepang di Jawa.

Ono juga sangat banyak mencatat secara visual, hal2 yang menurut sudut pandang dan keingintahuan seorang Jepang pada hal2 unik yang terdapat di sekitar kehidupannya, seperti cara2 orang desa mengangkat gulungan lembar besar bilik bambu, kereta sapi, becak, orang memikul tandan pisang, dan menggendong setumpuk kendi gerabah. Sementara itu, semua adegan2 unik ini semakin langka untuk dapat dilihat sehari-hari saat ini, saat zaman sudah berubah.

Di sinilah koleksi sketsa2 Ono dapat menjadi materi sejarah yang penting. Pelukis lainnya, Yamamoto, dalam salah satu karya lukisannya berjudul “Bikin Perahu” mengungkapkan perasaannya yang mendalam terhadap alam dan kehidupan rakyat di sekitarnya. Lukisannya disusun dengan komposisi yang baik, dengan sentuhan tangan yang lembut. Bandingkan pula dengan lukisan Yashioka yang menggambarkan seorang romusha yang sedang mengangkat sebuah bakul. Kecekatan menangkap dan kesempurnaan perimbangan gerak tubuh yang digambarkan meyakinkan kita kalau seniman2 Jepang ini tergolong pelukis yang baik.

Sangat mungkin, karya2 lukis seniman2 Jepang ini, melalui pameran2, telah pula memberi dorongan dan pengaruh pada seniman2 Indonesia yan sedang berkembang di sekitarnya. Salah satu yang sangat khas terlihat dalam perkembangan masa pendudukan Jepang yang singkat, adalah timbulnya kegemaran bagi pelukis2 untuk melukis di alam terbuka, dan mencatat segala sesuatu secara ekspresif. Di sinilah pengaruh penting seorang Saseo Ono.

Iklan

Written by Nanin

11/12/2009 at 14:14

Ditulis dalam Pelukis

Tagged with